Promosi

Perbedaan Sistem Fintech Konvensional dengan Syariah

Fintech merupakan inovasi dalam bidang jasa keuangan dengan mengubah transaksi yang tadinya menggunakan uang kertas menjadi digital agar lebih efisien. Secara umum, fintech yang sering kali kita gunakan tergolong dalam transaksi konvensional. Namun, selain fintech konvensial ternyata di Indonesia juga terdapat bank syariah. Lantas apa yang menjadi pembeda antara tempat penyimpanan fintech syariah dan fintech konvensional? 
Konvensional dan Syariah

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Bank Syariah merupakan lembaga perbankan yang dijalankan dengan prinsip syariah. Dalam setiap aktivitas usahanya, bank syariah selalu menggunakan hukum-hukum islam yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadist. Berbeda dengan bank konvensional yang mengandalkan sistem bunga, bank syariah lebih mengutamakan sistem bagi hasil, sistem sewa, dan sistem jual beli yang tidak menggunakan sistem riba sama sekali.

Perbandingan Kentungan 

  1. Bank Syariah
  • Kedua bank sama-sama memberikan keuntungan bagi nasabah. Hanya saja pembagian pendapatan kedua Bank ini berbeda bentuk. Menurut aturan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 Bank Konvensional merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan memberi keuntungan berupa suku bunga kepada pengguna. Sementara itu, dalam Bank Syariah, pemberian suku bunga sama sekali dihindarkan melainkan keuntungan berasal dari pendekatan bagi hasil (al-mudharabah).
  1. Bank Konvensional
  • Keuntungan berasal dari suku bunga dengan jumlah nominal tertentu. Selain itu, nasabah memperoleh keuntungan bunga simpanan yang tinggi, sedang kepentingan pemegang saham di antaranya adalah memperoleh spread yang optimal antara suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman (mengoptimalkan interest difference).

Pengelola Dana

  • Bank Syariah : Pengelolaan keuangan dalam bentuk titipan maupun investasi. Segala pengendalian yang berasal dan investasi pada kegiatan bisnis yang melanggar hukum Islam, seperti perdagangan barang-barang haram, judi (maisir), dan menipulatif (ghahar) sangat diharamkan.
  • Bank Konvensional : Pengelolaan keuangan bisa berasal dari sumber apapun tanpa harus mengetahui dari mana atau kemana uang tersebut disalurkan, selama debitur bisa membayar cicilan dengan rutin.

Transaksi

  • Bank Syariah : Transaksi berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist dan telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jenis transaksinya antara lain akad al-mudharabah (bagi hasil), al-musyarakah (perkongsian), al-musaqat (kerja sama tani), al-ba’i (bagi hasil), al-ijarah (sewa-menyewa), dan al-wakalah (keagenan).
  • Bank Konvensional : Transaksi berdasarkan pada hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Pinjaman, Hutang, dan Kredit.

  • Bank Syariah : Program cicilan diterapkan dengan jumlah tetap berdasarkan keuntungan yang sudah disetujui antara pihak bank dan nasabah saat akad kredit. Sementara untuk pemberian promosi harus diberitahu dengan jelas, tidak ambigu, dan transparan.
  • Bank Syariah : Eksistensi bunga diragukan halalnya oleh semua agama termasuk agama Islam. Maka itu, Bank Syariah tidak menganut sistem ini.

Suku Bunga Bank

  • Bank Syariah : Penentuan suku bunga dilakukan pada waktu akad dengan pedoman harus selalu menguntungkan pihak bank. Besarnya persentase didasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan. Jumlah pembayaran bunga tidak mengikat meskipun jumlah keuntungan berlipat ganda saat keadaan ekonomi sedang baik.
  • Bank Konvensional : Hampir setiap bulan memberikan promosi yang berbeda-beda dan bertujuan menarik nasabah untuk menyimpan uangnya di bank tersebut. Promosinya sangat beragam seperti pemberian suku bunga tetap atau fixed rate selama periode tertentu, sebelum akhirnya memberikan suku bunga berfluktuasi atau floating rate kepada nasabah.
Demikianlah ulasan yang dapat saya sampaikan, semoga dengan tulisan ini dapat membantu anda.Dengan mengetahui beberapa perbandingan antara dana pinjaman dari sistem pembiayaan keuangan konvensional dan syariah, pastinya akan lebih leluasa untuk menentukan pilihan yang seperti apa yang membuat lebih aman dan nyaman.
Catatan:
Meskipun tata cara pembiayaan konvensional dan syariah secara matematis mungkin terlihat mirip, namun secara prinsip keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Sistem Fintech Konvensional dengan Syariah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel